Artikel Cerita Bersambung List Of Book List Of File
       
 

Naga Merah Bangau Putih

 
 

Episode 3

     "Ada pelayan lain yang akan melakukannya dan kongcu tentu tidak akan marah. Tidak pantas kau memasuki kamarnya lagi, dan ...... Sui Lan ...."
     Gadis itu menengok dan menyembunyikan perasaannya yang kecewa.
"Jangan dilanjutkan lagi pergaulanmu dengan kongcu. Kau dan kongcu sudah dewasa, tidak patut seorang tuan muda bergaul rapat dengan seorang pelayan."
     Terbelalak kedua mata yang jeli dan bening itu, akan tetapi ia tidak berani mengeluarkan suara karena maklum kalau hal itu ia lakukan, tentu suaranya akan terdengar gemetar.
     "Kau seorang pelayan yang baikm Sui Lan, dan kami suka dan kasihan kepadamu, Hal ini tentu dapat kau rasakan semenjak kau tinggal disini. Akan tetapi, sungguh-sungguh pergaulanmu dengan kongcu tidak patut kalau dilanjutkan, biarpun kau percaya bahwa kau tidak akan melakukan sesuatu yang memalukan. Ah,..... sudahlah, pendeknya muali sekarang kau tidak boleh terlalu sering bertemu dengan kongcu, dan kalau sewaktu-waktuu ada perlu sehingga kongcu memanggil, kau tidak boleh bicara kepadanya dengan tersenyum-senyum, tidak boleh bicara manis kepadanya."
     "Nyonya....."
     "Bukan sekali-kali aku hendak menuduhmu yang bukan-bukan, Sui Lan. Hanya saja, tidak patut terlihat oleh orang lain betap kau bersikap manis dan bicara dengan Houw Sin seakan-akan ia itu kawanmu sendiri. Dulu memang demikian sewaktu kau dan Houw Sin masih kecil, akan tetapi, sekarang kalian telah dewasa dan kau adalah seorang pelayan yang seharusnya dapat bersikap selayaknya terhadap tuan muda atau majikan mudamu!.
     Setelah berkata demikian, Nyonya Liok meninggalkan pelayan itu. Semenjak tadi Sui Lan telah mendengarkan dengan muka pucat dan air mata yang ditahan-tahannya agar tidak jatuh, membuat matanya terasa panas sekali. Kini setelah nyonya Liok pergi, tak tertahan lagi kehancuran hatinya dan dia menangis terisak-isak sambil menjatuhkan diri berlutut diatas lantai. Betapa takkan remuk-redam perasaannya, takkan perih luka hatinya. Di dunia ini hanya Houw Sin seoranglah pujaan hatinya. pemuda itulah satu-satunya orang yang menjadi cahaya bagi lubuk hatiny, bagaikan matahari menerangi bumi. Tanpa adanya Houw Sin, rumah gedung besar indah itu mungkin akan berobah menjadi neraka, dan dunia yang ramai ini akan terasa sunyi. Ia telah melupakan asal-usulnya, melupakan orangtuanya, melupakan kesengsaraannya hanya karena ada senyum dibibir Houw Sin dan seri sinar mata pemuda itu di kala memandangnya. Ia telah menumukan kebahagian, menemukan kebgembiraan hidup, hanya karena dari bibir pemuda itu telah keluar pernyataan cinta kasihnya!.
     Memang sebelum Pangeran Liok dan istrinya turun tangan, kedua oran muda itu telah saling menukar hati, memadu cinta kasih, yang mesra. Sambil menangis terisak-isak disalam kamar, Sui Lan membayangkan pertemuannya dengan pemuda pujaan kalbunya itu. Houw Sin telah menyatakan cinta kasihnya, telah bersumpah akan hidup bersama, akan melindunginya.
     "Akan tetapi kongcu," demikian bantahnya terhadap pemuda yang bersemangat karena sedang dibakar oleh api cinta itu. "bagaimanakah hal ini bisa dilanjutkan> Tak perlu lagi dibicarakan lebih mendalam, semua orang tahu bahwa tidak mungkin kita melakukan perhubungan dan tak mungkin kita menjadi suami istri. Kau adalah putera tunggal majikanku, dan aku ... aku hanya seorang pelayan! kau adalah seorang putera bangsawan, putera seorang pangeran yang berpangkat tinggi, sedangkan aku ... aku hanyalaj seorang yang tidak kenal lagi siapa ayah dan bundaku.... seorang gadis yatim piatu sungghpun belum kuketahui pasti apakah orangtuaku telah meninggal dunia, aku seorang gadis rendah miskin dan hina...."
     Akan tetapi Houw Sin menutup bibirnya dengan tangannya dengan mesra. "Jangan kau bicara begitu, kekasihku. Kau bukan seorang gadis seperti yang kau katakan itu. Aku telah mengenalmu semenjak kecil, telah tahu bahwa aku adalah seorang gadis termulia di dunia ini. Apakah kau berani menyatakan bahwa kau.... tidak suka kepadaku ?
     Sui Lan menghela nafas, "Kongcu, tanpa kukatakann, kau tentu telah maklum akan isi hatiku. Kaulah satu-satunya didunia ini yang menjadi cahaya hidupku bersandar ... akan tetapi kongcu, kau telah bertunangan!. kau adalah calon suami dari Song siocia, puteri panglima itu!"
     "Hah, segala orang peperangan!" kata Houw Sin dengan sebal. "Aku akan menolak apabila dinikahkan dengan putri pembunuh itu!"
     "Hush....jangan berkata demikian, kongcu, ...."
     "Sui Lan," Houw Sin memeluknya. " percayalah selama hayat masih dikandung badan, aku akan melindungimu, membelamu, dan hanya kau seorang yang patut menjadi istriku."
     "kongcu"
     Akan tetapi pemuda itu tidak memberi kesempatan lagi kepadanya untuk membantah lagi. Dan apakah yang harus dibantahnya? semua ucapan yang keluar dari mulutnya tidak sesuai dengan suara hatinya menuntut haknya atas pemuda pejuannya ini, dan sungguhpun kesadaran dan pertimbangannya tidak membenarkan sikapnya ini, namun hati yang semenjak kecil telah haus akan kasih sayang seseorang kepadanya itu akhirnya tunduk. Semenjak kecil ia telah kenyang akan kepahitan hidup, akan kesengsaraan hidup. Maka kini menghadapi kebahagiaan yang diberikan oleh Houw Sin, ia runtuh.

 
Sebelum Episode 1 Setelah

 
   
   
   

 

 

 

 

       
 
       

Link Section ke File e-books

Ada beberapa cara untuk mengakses file e-books dari Kho Ping Hoo, diantaranya :

  1. Membeli Buku Cerita Silat Kho Ping Hoo di toko buku kesayangan di kota anda.
  2. Menyewa Buku Cerita Silat Kho Ping Hoo di tempat peminjaman buku kesayangan anda di kota anda.
  3. Mengakses webpage ini pada menu List of File
  4. Akses dari www.yahoogroups.com/kho-ping-hoo/
  5. Akses dari www.yahoogroups.com/khopinghoo/
  6. Akses dari www.yahoogroups.com/Newkhopinghoo/
  7. Akses dari www.yahoogroups.com/id-ebook/
       

PERHATIAN

Webmaster tidak bertanggung jawab atas materi (khususnya file e-books) yang dapat di download dari website ini. Seluruh isi file yang diambil dari website ini adalah tanggung jawab dari masing-masing pribadi yang mengambil file dari website ini.

 Bagi yang ingin menyumbangkan artikel atau file e-books dapat dikirimkan ke alamat : koedanil@gmail.com

       

PESAN

Belilah buku Kho Ping Hoo yang telah beredar. Dapatkan di toko-toko buku kesayangan anda atau pinjamlah bukunya pada tempat-tempat penyewaan buku yang menyediakannya atau juga teman anda. File yang ada disini agar segera di hapus setelah selesai di baca.

       

TERIMA KASIH

  1. Tuhan YME
  2. Kho Ping Hoo
  3. Bagus Pursena
  4. Rekan-rekan Yahoogroups
       

Last Update : 07 December 2004   23:59:59:9999

2004, WebMaster