Artikel Cerita Bersambung List Of Book List Of File
       
 

Naga Merah Bangau Putih

 
 

Episode 2

     Diantara para bangsawan yang tidak terganggu, terdapat seorang pangeran yang bernama Liok Han Swee. Dia ini menjabat kedudukan pengurus bendahara kaisar dan tidak ikut melarikan diri dengan kaisar atau bangsawan lain karena selain ia sudah tua, juga Liok Han Swee merasa akan kebersihan dirinya dan tidak takut menghadapi pembalasan dendam para pemberontak.
     Benar saja, setelah ibukota jatuh, bangsawan she Liok ini tidajk diganggu, karena Lie Cu Seng melarang anak buahnya mengganggu orang-orang yang tidak termasuk dalam daftar hitam.

                                                    ***

     Gedung Pangeran Liok Han Swee adalah sebuah gedung besar dan kuno yang amat indah, karena gedung ini adalah milik nenek moyangnya yang dulu menjabat kedudukan tinggi sehingga mendapatkan hadiah dari kaisar berupa gedung besar itu.
     Liok Han Swee hanya mempunyai seorang putera, seorang pemuda sastrawan yang selain oadai dalam ilmu kesusasteraan juga amat tampan dan elok wajahnya. Semenjak beberapa tahun yang lain, punyanya yang bernama Liok Houw Sin telah dipertunangkan dengan puteri seorang panglima perang she Song. Houw Sin belum pernah melihat tunangannya yang kabarnya amat cantik, akan tetapi diam-diam dia kurang puas dengan pilihan ayahnya, karena memang pemuda sastrawan itu tidak suka kepada orang-orang yang memegang golok dan pedang, apalagi seorang panglima besar seperti calon mertuanya itu.
     Sesungguhnya, bukan hal itu saja yang membuat Houw Sin tidak suka akan pertunangannya itu, akan tetapi ada hal lain yang lebih penting, yakni hubungannya dengan seorang gadis pelayan keluarga pangeran itu. Gadis ini semenjak kecil "dijual" oleh ayahnya, seorang petani miskin, untuk membayar hutangnya kepada tuan tanah, dan akhirnya oleh tuan tanah itu ia "dihadiahkan" pula kepada Pangeran Liok. Memang, pada waktu itu, para tuan tanah dan hartawan selalu mendekati para pembesar untuk "mengambil hatinya" dengan jalan menyogok dengan uang atau apa saja yang kiranya dapat menyenangkan hati si pembesar!
     Pangeran Liok tergerak hati nuraninya melihat anak perempuan yang ketika itu baru berusia kira-kira delapan tahun itu, karena memang Sui Lan, demikian nama gadis itu berwajah cantik bersih dan mempunyai sepasang mata yang jeli dan indah. Semenjak saat itu, menjadilah Sui Lan sebagai pelayan didalam gedung besar itu dan hidupnya beruntung. Keluarga pangeran itu amat baik terhadap dia, karena gadis inipun tahu disi dan dapat bekerja rajin sekali. Ia bahkan menjadi kesayangan Nyonya Liok dan hanya kepada Sui Lan ia mempercayakan kamaar-kamarnya untuk diatur dan di bereskan.
     Usia Sui Lan hanya lebih muda dua tahun dari Houw Sin dan karena pemuda ini merupakan putera tunggal, maka Houw Sin meneukan seorang kawan bermain dalam diri Sui Lan. Ia tidak bersaudara dan Sui Lan adalah seorang anak yang manis dan jenaka, maka tentu saja ia amat suka bermain dengan anak perempuan ini. Bahkan ua lalu mengajar ilmi membaca dan menulis kepada pelayan kecil ini sehingga pergaulan mereka menjadi semakin erat.
     Seringkali Pangeran Liok dan isterinya mengerutkan kening ketika melihat manisnya pergaulan kedua anak ini, akan tetapi oleh rasa sayangnya kepada outera tunggal yang dimanja itu, mereka tidak menegut dan menganggap bahwa puteraa mereka masih kecil.
     "Kalau ia sudah dewasa dan tahu bahwa Sui Lan hanyalah seorang bujang, tentu ia akan malu sendiri untuk mendekatinya" kata Pangeran Liok.
     Akan tetapi, kedua orang tua ini sama sekali tidak tahu bahwa Houw Sin dan Sui Lan tidaj saja menganggap masing-masih sebagai kawan bermain yang menyenangkan, akan tetapi juga menganggap masing-masing sebagai orang yang paling baik dan manis budi disunia ini! Waktu berlalu cepat dan setelah kedua anak ini menginjak remaja, bersemilah tunas cinta yang mendalam di hati masing - masing.
     Cinta kasih yang terjalin diantara dia dan Sui Lan inilah sesungguhnya yang memebuat Houw Sin tidak suka akan pertunangannya denga Bwee Eng, putri dari Panglima she Song itu. Akan tetapi, tentu saja ia tidak berani menyatakan sesuatu kepada orang tuanya, apalagi karena pertunangan itu telah diadakan semenjak dia masih kecil.
     Setelah meliha betapa putera mereka yang telah dewasa itu masih saja mengadakan pergaulan yang manis dengan Sui LAn yang kini telah menjadi seorang gadis yang cantik manis, nulai khawatirlah hari Pangeran Liok dan istrinya.  Kini mulailah mereka menegur dan berusaha menjauhkan pergaulan mereka.
"Houw Sin" kata ayahnya kepada pemuda itu, "kau sudah dewasa, dan bukan kanak-kanak lagi, Kulihat kau terlalu dekat bergaul dengan Sui Lan. Ini tidak baik, anakku. Ingatlah bahwa kau adalah puteraku dan Sui Lan hanyalah seorang pelayan kita. Sungguhpun aku percaya bahwa tidak ada pikiran kotor dalam hatimu terhadap Sui Lan, akan tetapi kalau terlihat oleh orang lain, dapat menimbulkan dugaan yang bukan-bukan!"
     Sementara itu, didalam kamarnya ketika Sui Lan seperti biasa membereskan kamar majikannya, Nyonya Liokjuga berkata dengan suara halus namum mengandung ancaman.
     "Sui Lan, sekarang kau sudah bukan anak - anak lagi, kau sudah dewasa, maka jangan kau mengurus kamar dari tuan muda lagi."
     Berdebarlah jantung gadis itu, akan tetapi ia hanya menundukan mukanya yang manis sambil berkata,
     "Semenjak kecil saya yang membereskan kamar kongcu, kalau sekarang saya tidak melakukannya apakah kongsu tidak akan marah ? dan siapakah yang akan membereskan kamar kongcu ?"

 
Sebelum Episode 1 Setelah

 
   
   
   

 

 

 

 

       
 
       

Link Section ke File e-books

Ada beberapa cara untuk mengakses file e-books dari Kho Ping Hoo, diantaranya :

  1. Membeli Buku Cerita Silat Kho Ping Hoo di toko buku kesayangan di kota anda.
  2. Menyewa Buku Cerita Silat Kho Ping Hoo di tempat peminjaman buku kesayangan anda di kota anda.
  3. Mengakses webpage ini pada menu List of File
  4. Akses dari www.yahoogroups.com/kho-ping-hoo/
  5. Akses dari www.yahoogroups.com/khopinghoo/
  6. Akses dari www.yahoogroups.com/Newkhopinghoo/
  7. Akses dari www.yahoogroups.com/id-ebook/
       

PERHATIAN

Webmaster tidak bertanggung jawab atas materi (khususnya file e-books) yang dapat di download dari website ini. Seluruh isi file yang diambil dari website ini adalah tanggung jawab dari masing-masing pribadi yang mengambil file dari website ini.

 Bagi yang ingin menyumbangkan artikel atau file e-books dapat dikirimkan ke alamat : koedanil@gmail.com

       

PESAN

Belilah buku Kho Ping Hoo yang telah beredar. Dapatkan di toko-toko buku kesayangan anda atau pinjamlah bukunya pada tempat-tempat penyewaan buku yang menyediakannya atau juga teman anda. File yang ada disini agar segera di hapus setelah selesai di baca.

       

TERIMA KASIH

  1. Tuhan YME
  2. Kho Ping Hoo
  3. Bagus Pursena
  4. Rekan-rekan Yahoogroups
       

Last Update : 07 December 2004   23:59:59:9999

2004, WebMaster