Artikel Cerita Bersambung List Of Book List Of File
       
 

Naga Merah Bangau Putih

 
 

Episode 1

     Sejarah menyatakan betapa buruknya keadaan pemerintahan di Tiongkok pada jaman dahulu kala, pada wakut raja demi raja ganti-berganti memegang tampuk pemerintahan sebagian dari tanah air Tiongkok. Peperangan antara kerajaan yang satu dengan yang lain hampir tiada hentinya, hancur menghancurkan, takluk menaklukan, dan saling berusaha memperluas wilayah masing-masing.
     Tentu saja yang menganggap keadaan pada mas itu amat buruk adalah rakyat kecil, terutama sekali para petani yang hidupnya amat melarat dan miskin. Buruh tani yang merupakan sebagian besar dari rakyat kecil, hidup amat menderita, bahkan ada yang menyatakan bahwa kehidupan buruh tani lebih sengsar daripada kehidupan seekor kerbau atau kuda milik si kaya!
     Hal ini terjadi karena adanya penghisapan dan penindasan dalam jaman feodal itu, pada waktu dimana terdapat dua golongan yang menganggap jaman itu adalah jaman keemasan untuk mereka. Mereka ini pertama - tama adalah keluarga raja dan para bangsawan berpangkat yang menganggap diri dan golongannya sebagai orang-orang terhormat dan jauh lebih tinggi derajatnya daripada golongan rakyat msikin yang dianggapnya hina. Golongan kedua adalah raja-raja kecil, yakni kaum tuan tanah yang sesungguhnya hidup di dusun-dusun seperti raja yang berkuasa besar. Mereka ini orang-orang kaya yang memiliki tanah dan sawah, menghisap tenaga dan memeras keringat oara buruh tani sampai habis. Para rakyat tani menyewa tanah dari mereka dengan tarif yang amat tinggi dan sewenang-wenang sehingga kalau hasil panen amat baiknya maka sisa hasil sawah yang dibayarkan kepada tuan tanah hanya cukup untuk mengisi perut para petani dan keluarganya. Akan tetapi, dan hal ini sering terjadi di Tiongkok pada masa itu, kalau bencana alam berupa musim kering yang panjang, atau air sungai yang membanjir, juga gangguan rombongan belalang atau hama sawah lainnya datang menyerang, jangan katakan untuk dimakan, bahkan untuk membayar "sewa tanah" saja masih tidak cukup.
     Lalu bagaimana kalau sampai terjadi hal demikian, yakni hasil panen tidak cukup untuk membayar sewa dan "pajak" tanah ? inilah yang menyedihkan ! Si petani itu lalu membayarkan seluruh hasil dan kekurangannya akan diperhitungkan sebagai "hutang" yang takkan kunjung habis, takkan da[at terbayar sampai beberapa keturunan! Dan kalau sudah demikian halnya, maka ia seakan-akan menjadi seekor kelinci dalam cengkraman harimau, tidak berdaya sama sekali dipermainkan sesuka hatinya oleh tuan rumah. Ia seakan-akan telah menggadaikan jiwa raganya kepada tuan tanah itu.
     Oleh karena itu, bukan hal yang aneh terjadi di masa itu apabila seorang petani miskin membayar hutangnya kepada tuan tanah dengan menyerahkan anak gadisnya untuk dijadikan selir yang seringkali hanya dijadikan barang permainan belaka, atau menyerahkan ank laki-lakinya untuk dijadikan bujang yang lebih rendah kedudukannya daripada seekor kerbau !
     Dalam keadaan seperti itulah, maka cerita ini dimulai.

                                                  ***

     Tiongkok pada abad ke enam belas.
     Barisan petani yang dibawah pimpinan pendekar rakyat Lie Cu Seng dengan gagah berani maju terus dalam pemberontakan mereka untuk menumbangkan kekuasan kaisar dan berhasil menduduki Peking sehingga kaisar melarikan diri dan akhirnya membunuh diri di atas sebuah bukit. 
     Dengan demikian, maka tamatlah kerajaan Beng-tiauw dan sungguhpun pemberontakan petani ini terjadi dan timbul karena buruknya pemerintahan yang mencekik rakyat kecil sehingga pemberontakan itu dapat dianggap sebagai perjuangan perbaikan nasib, namun mendatangkan keadaan yang amat tidak menguntungkan bagi negara Tiongkok, yakni kedudukan menjadi amat lemah.    Perang saudara ini melemahkan pertahan Tiongkok terhadap musuh yang belih berbahaya dan kuat, yang datangnya dari utara, yakni bangsa Mancu!
Pimpinan bangsa Mancu pada waktu itu adalah Hongtaichi, putra dari Nurhacu.  Setelah Hongtaichi menggantikan kedudukan ayahnya dan menjadi pimpinan bangsanya yang ketika itu amat kuat, ia lalu menyerang dan mentaklukan Mongolia dalam dan kemudian mengangkat diri sendiri sebagai kaisar (dalam tahun 1626) dan mengdirikan dinasti baru yang disebut Ceng-Tiauw. Setelah memperkuat barisannya, mulailah Kaisar Hongtaichi melakukan penyerbuan ke selatan, menuju pedalaman tanah Tiongkok!
     Dengan demikian, maka kerajaan Beng-tiauw menghadapi dua serangan, dari luar menghadapi barisan-barisan Mancu, sedangkan disebelah dalam terjadi pemberontakan petani yang dipimpin oleh Lie Cu Seng! Sebagaimana telah dituturkan dibagian depan, kaisar Beng-tiauw akhirnya tewas dan Peking terjatuh kedalam tangan pemimpin pemberontak Lie Cu Seng yang telah memimpin pemberontakan selama tujuh belas tahun.
     Akan tetapi baru saja Lie Cu Seng berhasil menduduki Peking dan menumbangkan kekuasaan kaisar Bang-Tiauw, ia harus mengadakan persiapan baru untuk menghadapi musuh dari luar yang lebih kuat dan berbahaya lagi, yakni Kaisar Hongtaichi yang telah memimpin tentaranya masuk kedalam dari tembok besar!
     Pada waktu Lie Cu Seng masuk ke kota raja, selain kaisar yang melarikan diri dan kemudian tewas di puncak bukit, juga banyak kaum bangsawan melarikan diri atau terbunuh oleh barisan pemberontak. Betapapun besar rasa bencinya kaum petani yang memeberontak itu terhadap kaum bangsawan yang telah memeras dan menginjak-injak mereka selama puluhan bahkan ratusan tahun, namun banyak pula diantara kaum bangsawan yang tidak diganggu, yakni kaum bangsawan yang memang berhati budiman. Lie Cu Seng telah memiliki daftar nama-nama bangsawan yang harus dibasmi dan bangsawan yang dapat diajak kerja sama.

 
Sebelum Episode 1 Setelah


 
   
   
   

 

 

 

 

       
 
       

Link Section ke File e-books

Ada beberapa cara untuk mengakses file e-books dari Kho Ping Hoo, diantaranya :

  1. Membeli Buku Cerita Silat Kho Ping Hoo di toko buku kesayangan di kota anda.
  2. Menyewa Buku Cerita Silat Kho Ping Hoo di tempat peminjaman buku kesayangan anda di kota anda.
  3. Mengakses webpage ini pada menu List of File
  4. Akses dari www.yahoogroups.com/kho-ping-hoo/
  5. Akses dari www.yahoogroups.com/khopinghoo/
  6. Akses dari www.yahoogroups.com/Newkhopinghoo/
  7. Akses dari www.yahoogroups.com/id-ebook/
       

PERHATIAN

Webmaster tidak bertanggung jawab atas materi (khususnya file e-books) yang dapat di download dari website ini. Seluruh isi file yang diambil dari website ini adalah tanggung jawab dari masing-masing pribadi yang mengambil file dari website ini.

 Bagi yang ingin menyumbangkan artikel atau file e-books dapat dikirimkan ke alamat : koedanil@gmail.com

       

PESAN

Belilah buku Kho Ping Hoo yang telah beredar. Dapatkan di toko-toko buku kesayangan anda atau pinjamlah bukunya pada tempat-tempat penyewaan buku yang menyediakannya atau juga teman anda. File yang ada disini agar segera di hapus setelah selesai di baca.

       

TERIMA KASIH

  1. Tuhan YME
  2. Kho Ping Hoo
  3. Bagus Pursena
  4. Rekan-rekan Yahoogroups
       

Last Update : 07 December 2004   23:59:59:9999

2004, WebMaster